(C) Extension dan Dial Plan
Masih ingatkah Anda tentang cara membangun dan mengonfigurasi server VoIP dengan Asterisk pada server berbasis Debian Linux (lihat buku Teknologi Layanan Jaringan Kelas XI Bab 4)? Dalam latihan praktik tersebut, Anda berhasil mendefinisikan beberapa perangkat telekomunikasi, seperti
IP phone dan softphone dengan pengalamatan tertentu, yang nantinya dapat Anda gunakan untuk dialing saat pemanggilan devices. Alamat dialing yang digunakan dalam perangkat IP phone sering disebut dengan extension.
Perhatikan Gambar 1.6. Sebagai contoh, untuk menghubungkan antara IP-Phone-2 dan IP-Phone-1 dibutuhkan metode dialing number yang dialamatkan pada masing-masing perangkat. Konfigurasi extension tersebut disimpan dan dikelola dalam Asterisk. Extension atau sering dikenal dengan ekstensi adalah pelabelan yang dapat berupa susunan karakter dengan format numerik yang dialamatkan pada sebuah perangkat. Dalam pencariannya, ekstensi yang tersimpan dalam server akan dievaluasi dan dicocokkan jika ada request panggilan pac nomor tertentu.
Lalu bagaimana proses yang dilakukan jika terjadi panggilan dalam jaringan telepon, baik itu secara internal melalui mekanisme IP PBX maupun penggunaan jalur trunk antar-IP PBX? Anda membutuhkan sistem dial plan yang bertugas menjadi sistem routing (menjembatani panggilan dari satu device ke device lainnya), baik itu panggilan antarekstensi dalam PBX yang sama maupun antar-PBX yang berbeda. Untuk membangun konfigurasi extension dalam server VoIP Asterisk, dibutuhkan beberapa komponen seperti berikut.
1. Komponen untuk konfigurasi Extension dalam Server VoIP Asterisk
a. Extension
Extension terdiri atas baris kode yang menggunakan format karakter tertentu untuk membentuk string, baik itu dalam bentuk numerik, huruf, maupun beberapa jenis simbol yang diizinkan penggunaannya.
b. Priority
Priority adalah daftar urutan perintah yang harus dieksekusi dalam sebuah extension, biasanya dalam format numerik bertipe data integer. Pada Asterisk, order instruksi paling awal akan ditandai dengan prioritas 1. Jika sistem Asterisk tidak menemukan prioritas 1, sistem tidak dapat mengeksekusi baris perintah dalam extension. Urutan proses prioritas kesatu akan diteruskan ke prioritas berikutnya secara berurutan dari kecil ke besar atau ascending. Caranya dengan menambahkan daftar prioritas baru, misalnya setelah berhasil mengerjakan prioritas kesatu, Asterisk akan menambahkan prioritas kedua dan seterusnya. Sebagai catatan, jika prioritas lanjutan tersebut tidak terdefinisi, Asterisk akan menghentikan prosesnya.
C. Command
Command adalah format perintah yang dikenali oleh sistem Asterisk dan dapat dieksekusi.
d. Parameter
Ketika Anda menjalankan command tertentu dalam Asterisk, terkadang Anda juga menyertakan beberapa parameter untuk melengkapi instruksi tersebut.
2. Pengaturan Konfigurasi pada Server VoIP dengan Asterisk
Berikut adalah penjelasan beberapa properties pengaturan konfigurasi pada server VoIP dengan Asterisk.
a. Mengonfigurasi extensions.conf
File extensions.conf adalah salah satu file konfigurasi yang paling penting untuk dipahami dan di-setting ketika Anda menggunakan salah satu softswitch terkenal saat ini, yaitu Asterisk PBX. File ini berisi tentang konfigurasi dial plan. Dapat dikatakan bahwa dial plan adalah inti dari sistem Asterisk itu sendiri, yaitu rule yang menjelaskan tentang mekanisme Asterisk
PBX dalam menangani panggilan masuk dan keluar, juga berisi semua nomor ekstensi. Dial plan dibagi dalam beberapa hari yang disebut contexts. Setiap contexts dapat terdiri atas lehin satu extension atau ekstensi. Ekstensi adalah nomor telepon dapat berupa kombinasi beberapa jenis karakter, seperti anoi huruf, atau keduanya. Setiap ekstensi memiliki prioritas dan aplikasi. Dengan bantuan contexts, Anda dapat menentukan dan mengatur dial plan. Berikut adalah contoh format dial plan.

b. Mengatur Contexts (general]
Bagian pertama baris kode pengaturan contexts pada file extensions.conf adalah (general). Ada tiga opsi yang dapat Anda berikan pada bagian ini, yaitu sebagai berikut. 1) Static = yes no
Secara default, konfigurasi awal akan diarahkan pada pilihan Yes. Jika nilai static = Yes dan writeprotect = No, Anda dapat menyimpan proses dial plan menggunakan command line "save dialplan". Teknik penyimpanan dial plan ini tidak akan mengubah secara permanen file extensions.
conf. 2) Writeprotect = yes no
Opsi Yes untuk mengizinkan Anda mengubah konfigurasi dial plan tanpa mengubah file konfigurasi
extensions.conf. 3) Autofallthrough = yes no
Jika bernilai Yes, Asterisk akan menutup semua sesi panggilan jika telah selesai. Adapun jika bernilai No, Asterisk akan menunggu extension dihubungi meskipun sesi panggilan telah selesai.
c. Mengatur Contexts (globals]
Bagian globals digunakan untuk menentukan variabel yang dapat Anda deskripsikan sendiri dengan tujuan dapat dipanggil dalam extension. Tidak seperti penamaan variabel dalam bahasa pemrograman yang case sensitive, pada Asterisk penamaan variabel tidak akan membedakan besar dan kecilnya huruf. Sebagai contoh, variabel ${TeLP) akan dianggap sama dengan variabel $(telp}. Berikut adalah cara penulisan nama variabel dan nilainya.
contoh :
d. Mengatur Real Contexts
Selain pada bagian globals dan general, semua baris kode dalam extensions.conf akan dianggap sebagai bagian dari call contexts. Dasar penulisan baris kode tersebut adalah sebagai berikut.
Tujuan membuat contexts adalah memudahkan dalam membangun dan menentukan sendiri menu IVR (Interactive Voice Response) dengan extensions. Dengan demikian, Anda dapat mengatur format ekstensi secara khusus untuk setiap divisi atau departemen dalam perusahaan. Contoh:
Berikut contoh pengaturan menu IVR.
e. Mengatur Extensions
Apakah definisi extension dalam Asterisk memiliki konsep yang sama dengan nomor telepon (analog)? Secara umum itu benar. Dalam penggunaannya, ekstensi dalam Asterisk diperluas dan dibedakan lagi berdasarkan penomorannya, yaitu sebagai berikut.
1. Literal
Tipe esktensi ini terdiri atas angka (0-9), karakter huruf seperti A,B,C,D, bahkan penamaan alfabet a-Z. Besar kecil huruf dalam ekstensi cukup sensitif, karena Asterisk akan memeriksa penggunaannya untuk dicocokkan dengan contexts dalam hile konfigurasi extensions.conf
2. Predefined
Untuk jenis predefined, ada beberapa jenis penamaan extension, yaitu sebagai berikut.
a) T - Absolute Timeout
b) 0 - Operator
c) h - Hongup
d) t-Timeout
e) 1 - Invalid
f) 5 - Start
3. Pattern
Ciri khusus penamaan ekstensi pattern adalah nomor ekstensi diawali dengan tanda underscore ! Untuk jenis pattern, beberapa karakter yang digunakan dalam ekstensi memiliki pengertian, antara lain sebagai berikut
a) X mewakili setiap digit dari angka 0-9.
b) Z mewakili setiap digit dari angka 1-9.
c) N mewakili setiap digit dari angka 2-9.
d) (1897) menggunakan angka yang berada dalam
tanda kurung (dalam contoh 1.8.9.7).
e) = (dot) wildcard, dapat digunakan untuk semua digit yang tersisa
Contoh: 1234. Tanda titik atau dot menjelaskan semua digit ekstensi yang menyatakan 1234 kecuali 1234 itu sendiri).
4. Daftar function dial plan dalam Asterisk
a) CUT - memungkinkan Anda untuk membagi konten suatu variabel menggunakan pembatas yang ditentukan
b) CALLERID (all) - fungsi ini memungkinkan Anda untuk mengatur ID pemanggil.
c) CALLERID (name) - fungsi ini digunakan untuk mengatur nama pemanggil.
d) CALLERID (num) - fungsi ini berguna untuk mengatur nomor pemanggil.
e) CALLERID (rdnis) - fungsi ini digunakan untuk melakukan setting dan mengedit nomor RDNIS.
f) LANGUAGE - berguna untuk mengatur bahasa yang digunakan
g) TIMEOUT (absolute) - digunakan untuk membatasi durasi percakapan
h) TIMEOUT (digit) - digunakan untuk membatasi interval waktu antara digit ketika pengguna mengetikkan nomor ekstensi pesawat telepon yang dituju.
i) TIMEOUT (response) - digunakan untuk membatasi waktu maksimum dalam proses menunggu respons.
j)DB (get) - berfungsi untuk mengambil atau menyimpan nilai dalam basis data Asterisk.
k) DB (put) - berguna untuk mengambil atau menyimpan nilai dalam basis data Asterisk.
l) CDR (accountcode) - dapat digunakan untuk mengubah kode akun pemanggil.
m) MATH - dapat digunakan sebagai fungsi melakukan operasi matematika sederhana.
n) CHECK_MD5 - dapat digunakan untuk membandingkan dua checksum MD5.
o) MD5 - perintah yang digunakan untuk menghitung MD5 checksum pada sebuah string.
A. Zona Aktivitas
A. Uji Pengetahuan (Nilai Pengetahuan III)
1. Apa yang Anda ketahui tentang Asterisk? Jelaskan.
2. Jelaskan konsep extension dalam sebuah jaringan telepon privat.
3. Jelaskan bagian-bagian dalam file konfigurasi extensions.conf dalam server VoIP Asterisk.
4. Tuliskan dan jelaskan minimal lima daftar fungsi dial plan dalam Asterisk.
B. Praktikum (Nilai Praktik III)
Bagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok dengan anggota maksimal tiga orang. Buka kembali materi praktik setting dan konfigurasi server VoIP dengan Asterisk dalam buku Teknologi Layanan Jaringan Kelas XI.
1. Lakukan konfigurasi server Asterisk pada server berbasis Ubuntu dengan ketentuan spesifikasi sesuai petunjuk dan topologi praktik dalam buku Teknologi Layanan Jaringan Kelas XI tentang membangun server VoIP dengan Asterisk.
2. Buat laporan tentang konfigurasinya dan cara pengujiannya, kemudian presentasikan di depan kelas.
C. Eksperimen (Nilai Proyek III)
Pada aktivitas eksperimen ini, Anda akan melakukan analisis terhadap dua aplikasi server yang pernah Anda kerjakan, yaitu Asterisk dan Mumble. Buatlah laporan tentang perbedaan konsep extension dalam kedua aplikasi server tersebut. Jelaskan hasilnya dan presentasikan di depan kelas.
(D) Teknologi SIP
IP atau Session Initiation Protocol adalah salah satu jenis s protokol yang digunakan dalam jaringan berbasis VolP. Fungsi utama dari SIP adalah menentukan standar dalam proses signalling dan pengontrolan sesi komunikasi dalam paket komunikasi telepon. Lebih tepatnya, dapat dideskripsikan sebagai protokol dalam proses pengiriman sinyal dan mekanisme pengontrolan yang bekerja pada application layer agar digunakan untuk membentuk, mengubah, dan mengakhiri sebuah sesi komunikasi berbasis multimedia antarpengguna.
Pengertian sesi komunikasi berbasis multimedia adalah proses transfer data yang terjadi antar-user, baik itu data audio, video, maupun teks. Tidak seperti TCP yang langsung bersentuhan langsung dengan data dan pengguna, SIP hanya bersifat sebagai layanan yang menjadi dasar beroperasinya protokol lain dalam hal komunikasi. Contohnya SDP atau Session Description Protocol yang berfungsi menentukan dan mendeskripsikan terjadinya sebuah sesi komunikasi multimedia, RTP (Real Time Transport Protocol) untuk proses transmisi data yang dilakukan secara real time, kemudian protokol MEGACO (Media Gateway Control Protocol) sebagai standar protokol komunikasi dengan jaringan publik telepon atau PSTN.
Pada beberapa kasus tertentu, protokol SIP dapat secara langsung menangani proses komunikasi sederhana, seperti telephone calling, audio and video conference, serta instant message. Selain itu, dukungan terhadap sistem signalling pada model peer-to-peer yang memungkinkan perangkat endpoint untuk membangun dan memutus sebuah sesi komunikasi (sesuai standar IETF atau Internet Engineering Task Force).
1. Tahapan Membangun dan
Mengonfigurasi Jaringan Berbasis SIP
Pada saat Anda akan membangun dan mengonfigurasi jaringan berbasis protokol SIP, Anda harus memahami lima tahapan yang harus diselesaikan, yaitu sebagai berikut.
a. User location
User location merupakan fase yang wajib Anda tentukan terlebih dahulu dengan cara mengobservasi lokasi pengguna yang akan dihubungkan dan saling berkomunikasi.
b. User availability
User availability adalah fase analisis keterlibatan dan partisipasi berbagai elemen pengguna ketika melakukan komunikasi.
c. User capability
User capability berarti mendesain jenis media dan aspek aspek penentu terhadap protokol dan media yang akan digunakan dalam berkomunikasi. Contohnya jenis aplikasi yang digunakan.
d. Session setup
Session setup digunakan sebagai tanda yang mewakili a dimulainya sebuah proses komunikasi antara pemanggil dan penerima.
e. Session management .
Setelah keempat tahapan tersebut terpenuhi, dilanjutkan fase transfer, modifikasi, dan pengakhiran sesi komunikasi.
Bagaimana cara kerja protokol SIP dalam mekanisme sambungan telepon? Tahap awal komunikasi dilakukan dengan mengirimkan message berbasis HTTP kepada penerima. Sebagai catatan bahwa setiap pengguna yang terhubung dengan SIP server akan diberikan alamat secara khusus yang disebut dengan SIP-URI atau Uniform Resource Identifier.
2. Content Message dalam SIP
Berikut adalah content message yang ditransfer dalam SIP.
a. Request atau message
Request atau message adalah pesan yang dikirimkan oleh perangkat pengguna kepada server yang berisi tentang permintaan jenis operasi yang akan dilakukan oleh pengguna. Dalam pengiriman pesan request dari client ke server, ada beberapa jenis elemen penting dalam konten pesan tersebut, antara lain sebagai berikut.
1) Register
Register dapat difungsikan oleh pengguna dalam membuat daftar baru tentang informasi kontak respons yang mengandung konten tentang keadaan permintaan dan status kode yang ditampilkan.
2) Ack
Ack merupakan informasi yang menunjukkan bahwa client telah menerima respons yang terakhir setelah adanya request INVITE. Tipe ini hanya dapat disertakan dalam request message.
3) Bye
Pemberitahuan yang dikirimkan oleh client pada server bahwa sesi percakapan akan diakhiri.
4) Cancel
Cancel digunakan untuk membatalkan request message ketika belum memperoleh balasan dari server. 5) Invite
Pesan ini digunakan untuk memberitahukan ban ada user baru atau layanan lain yang di-load dalam komunikasi.
6) Option
Option digunakan untuk menampilkan kapas server.
7) Update
Update memberikan informasi bahwa server melakukan tindakan modifikasi keadaan sesi tanpa mengubah kondisi dialog.
8) Refer
Refer berarti meminta client untuk mengirimkan request untuk melakukan transfer panggilan.
9) Prack
Prack dikirimkan sebagai tanggapan terhadap respons sementara atas permintaan yang dikirimkan client.
10) Subscribe
Subscribe, yaitu menjadwalkan pemberitahuan notifikasi kepada client secara berkala tentang adanya
informasi baru.
11) Notify
Notify berarti memberikan informasi baru kepada pengguna.
12) Publish
Publish, yaitu mempublikasikan event layanan ke server.
13) Message
Message adalah membagikan pesan melalui aplikasi instant message.
14) Info
Info berarti mengirimkan informasi mid-session tanpa mengubah session state.
b. Response
Response merupakan pesan sebagai umpan balik dari server terhadap request yang dikirimkan oleh client. Pesan tersebut berisi tentang jenis operasi yang diinginkan oleh pengguna. Ada beberapa jenis kode respons dari server yang dapat Anda pahami, antara lain sebagai berikut.
1) 1xx
1xx disebut dengan provisional atau sementara, yang memberikan informasi bahwa request telah
diterima dengan baik dan sedang dalam pengerjaan.
2) 2xx
2xx disebut dengan success, yang memberikan informasi bahwa request telah berhasil diterima dengan baik, permintaan tersebut dikenal dalam daftar operasi
yang tersedia dan telah disetujui untuk dieksekusi.
3) 3xx
3xx disebut redirection, yang mendeskripsikan bahwa request yang diterima memerlukan keterlibatan proses tindakan lebih lanjut.
4) 4xx
4xx disebut client error, yang menunjukkan kesalahan pada request pada baris syntax-nya sehingga server tidak dapat mengenali dan berakibat kegagalan dalam sistem pemrosesannya.
5) 5xx
5xx disebut dengan server error, yang menunjukkan kode kegagalan saat server tidak berhasil mengakomodasi request yang dikirimkan client.
6) бxx
6xx disebut dengan global failure code, yang memberikan informasi bahwa request yang dikirimkan client tidak dapat dikerjakan oleh server.
Ketika server berhasil menerima permintaan layanan dari client, tahapan selanjutnya adalah memberikan respons. Dalam menjalankan prosesnya, SIP didukung oleh dua elemen penting, antara lain sebagai berikut.
a. SIP Server, berperan sebagai penyedia layanan SIP.
b. User Agent adalah titik akhir atau endpoint dalam sistem SIP. User agent memuat dua komponen, yaitu UAC (User Agent Client) yang berguna membentuk request dan UAS (User Agent Server) yang bertugas merespons setiap permintaan yang diterima.
Prinsip kerja SIP seperti telah dijelaskan sebelumnya, memiliki kemiripan dengan protokol HTTP yang mengandalkan metode client-server. Client akan mengirimkan permintaan dan server meresponsnya dengan mengirimkan layanan yang diinginkan. Permintaan client mempunyai konsep kerja seperti e-mail, dengan paket data yang dikirimkan sebagai request mengandung beberapa konten seperti hostname, alamat pengirim, dan alamat penerima ditambah dengan parameter nomor port. Proses komunikasi yang dibangun antarperangkat dimulai oleh UAC dengan mengirimkan request dalam bentuk kode INVITE yang ditujukan pada penerima yang disebut dengan callee. Untuk pemanggil atau caller serta callee akan dilengkapi dengan SIP address.
Untuk melakukan panggilan dengan protokol SIP, caller akan mengirimkan invitasi menuju callee, dan tahapan pertama yang harus dilalui adalah mengidentifikasi letak dan lokasi server layanan SIP terlebih dahulu. Oleh server, akan diputuskan bahwa panggilan tersebut dapat langsung diteruskan ke penerima atau melewati redirect server. Bagian header SIP message data yang mengandung call id dapat digunakan sebagai identitas panggilan. Teknik signalling dalam proses komunikasi dengan dapat diringkas menjadi enam tahapan berikut.
a. SIP addressing.
b. Mengidentifikasi alamat server SIP.
c. Proses transfer data dalam SIP.
d. Invitasi SIP.
e. Mengidentifikasi alamat user.
f. Merangkai dan memodifikasi sesi komunikasi.
3. Elemen Pendukung SIP
dalam Komunikasi Voice
Berikut adalah elemen jaringan pendukung sistem SIP dalam komunikasi voice, antara lain sebagai berikut.
a. User agent
User agent terdiri atas UAC (User Agent Client) dan UAS (User Agent Server). UAC berperan mengirimkan permintaan SIP dan akan diterima oleh UAS, kemudian permintaan tersebut dikembalikan dalam bentuk respons layanan SIP. Karakteristik telepon berbasis SIP adalah model komunikasi client-server yang juga menyediakan fitur telepon seperti calling, answer, dial, reject call hold, dan call transfer.
b. SIP proxy server
Elemen ini juga terdiri atas UAS dan UAC, yang bekerja sebagai komponen perantara antarkomponen dalam jaringan. Server proxy memainkan peranannya dalam menentukan alokasi routing dan menjamin bahwa pengiriman request dari client ke server akan lebih cepat dan dekat rutenya. Selain itu, server proxy juga berhak mengatur kebijakan bahwa pengguna dapat melakukan dialing dan percakapan atau tidak. SIP proxy server yang mampu me-route-kan pesan ke banyak penerima disebut dengan forking proxy. Artinya, forking request dapat menangani beberapa permintaan dalam sebuah layanan.
c. Redirect server
Redirect server merupakan server pengalih yang menghasilkan kode respons 3xx (redirection) pada setiap permintaan yang diterimanya. Selanjutnya, request tersebut diarahkan pada client yang dituju dengan cara menghubungi alamat URI.
d. Registrar
Registrar merupakan endpoint dalam sistem SIP yang bertugas menyediakan layanan lokasi dengan cara menerima setiap permintaan REGISTER dari client, mencatat, dan menyimpan alamat dan parameter dari setiap user agent. e. Session border controller
Pembentukan sesi komunikasi dapat dilakukan melalui user agent secara back-to-back. Session border controller berfungsi menjembatani komunikasi antara user agent dan server SIP pada setiap layanan yang dijalankan, termasuk network topology hiding dan NAT firewall.
f. Gateway
Gateway dapat digunakan untuk mengoneksikan jaringan SIP ke jaringan lain, seperti jaringan PSTN atau jaringan packet switched.
Latihan Praktik 3
Judul :
Membangun server VoIP dengan aplikasi miniSIPPhone
Tujuan :
1. Memberikan pengetahuan baru tentang beberapa aplikasi server VoIP dengan miniSIPPhone berbasis Windows.
2. Memenuhi KD 4.11 tentang instalasi jenis SIP server.
Syarat :
Siapkan jaringan lokal dengan sebuah komputer Windows sebagai server-nya. Ikuti petunjuk berikut.
1. Unduh terlebih dahulu file instalasi dari miniSIPServer pada link https://www.myvoipapp.com/.
2. Pada halaman Download, pilih tipe aplikasi For Windows dan pilih yang memberikan support client sebanyak 20.
3. Setelah berhasil mengunduh, mulailah menjalankan file instalasi dengan melakukan double click file mss_36_u20.exe.
4. Lakukan proses instalasi mulai dari persetujuan lisensi, kemudian menentukan lokasi hasil instalasi seperti yang telah dilakukan sebelumnya.
5. Setelah tahapan persiapan instalasi selesai, Anda klik tombol Install untuk memulai proses instalasi.
6. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai. Klik Finish untuk menjalankan miniSIPServer.
7. Pada saat aplikasi miniSIPServer running, sistem akan meminta permission dari Windows, pilih Allow access.
8. Berikut adalah tampilan miniSIPServer ketika dijalankan.
9. Pilih menu Local users untuk melihat daftar user SIP yang telah tersedia. Berikut ad tampilan dari Local users.
10. Secara default, miniSIPServer telah menyediakan beberapa user bawaan seperti 100, 101, dan 102. Sampai tahapan ini, proses instalasi dan konfigurasi server telah berhasil dikerjakan.
11. Untuk melakukan pengujian komunikasi antara user yang tersedia, Anda dapat melakukan instalasi aplikasi miniSIPPhone yang dapat diunduh pada laman https://www. myvoipapp.com. Lakukan instalasi aplikasi tersebut pada komputer client (lakukan seperti dalam tahapan sebelumnya).
12. Jalankan aplikasi miniSIPPhone, kemudian lengkapi detail informasi akun SIP (sesuai daftar akun bawaan SIP) seperti gambar berikut.
13. Berikut adalah tampilan monitoring server (menu Local users) setelah user client berhasil
login dengan username 100.
14. Berikut adalah tampilan miniSIPPhone ketika terdaftar di SIP server.
15. Lakukan hal yang serupa pada komputer client yang lain dengan melakukan instalasi aplikasi miniSIPPhone dan login dengan akun 101. Setelah berhasil login, daftar user yang berhasil terkoneksi dan login ke dalam SIP server akan terpantau dalam menu Local users.
16. Lakukan pengujian dengan melakukan panggilan dari username 101 ke user 100. Caranya dengan cara memasukkan dial number 100 lalu pilih Call pada aplikasi miniSIPPhone.
17. Berikut adalah tampilan softphone ketika username 100 mendapat panggilan dari 101. Klik tombol Answer untuk menjawab panggilan.

Rangkuman
1. Sistem PBX akan menjembatani komunikasi antara telepon internal penggunanya (memiliki beberapa saluran telepon internal) dan sambungan telepon publik atau PSTN (Public Switched Telephone Network).
2. Hunting dapat diartikan sebagai grup kanal pengguna yang dilengkapi dengan sebuah nomor panggilan.
3. Extension dapat dikatakan sebagai prosedur penomoran atau dial number pada setiap perangkat telepon yang terkoneksi dengan server VolP.
4. Dial plan adalah inti dari sistem Asterisk, yaitu rule yang menjelaskan tentang mekanisme Asterisk PBX dalam menangani panggilan masuk dan keluar, juga berisi semua nomor ekstensi.
5. SIP atau Session Initiation Protocol adalah salah satu jenis protokol yang digunakan dalam jaringan berbasis VoIP, yang fungsi utamanya adalah menentukan standar dalam proses signalling dan pengontrolan sesi komunikasi dalam paket komunikasi telepon.
6. Tahapan signalling dalam proses komunikasi dengan SIP dapat diringkas menjadi enam tahapan, yaitu SIP addressing, mengidentifikasi alamat server SIP, proses transfer data dalam SIP, invitasi SIP, mengidentifikasi alamat user, serta merangkai dan memodifikasi sesi komunikasi.